Perhutani KPH Tasikmalaya Dukung Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat melalui Sosialisasi Kebencanaan

Keamanan Tanggal: 2026 - 06 - 14 10 views Penulis: Reva Belinda
Perhutani KPH Tasikmalaya Dukung Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat melalui Sosialisasi Kebencanaan
TASIKMALAYA, PERHUTANI (14/06/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya menghadiri kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kebencanaan bagi Masyarakat Rawan Bencana yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya di kawasan Wisata Alam Arga Hot Springs, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ciawi, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tasikmalaya, Kamis (11/06).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Administratur/KSKPH Tasikmalaya Rodiana Rahman didampingi Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria, dan Komunikasi Perusahaan (HKAKP) beserta jajaran BKPH Tasikmalaya. Turut hadir Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya Roni, unsur Forum Komunikasi Kecamatan (Forkopimcam) Cisayong, perangkat desa, relawan kebencanaan, pengelola wisata, tokoh masyarakat, serta warga yang berada di wilayah rawan bencana.

Kegiatan sosialisasi KIE Kebencanaan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana, seperti tanah longsor, banjir, angin kencang, kebakaran hutan dan lahan, serta bencana hidrometeorologi lainnya. Peserta mendapatkan materi mengenai mitigasi bencana, sistem peringatan dini, prosedur evakuasi, serta langkah-langkah penanganan saat keadaan darurat.

Dalam kesempatan tersebut, Rodiana Rahman menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana merupakan bagian penting dalam upaya menjaga keselamatan jiwa, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan fungsi hutan.

“Perhutani mendukung penuh kegiatan edukasi kebencanaan seperti ini. Kawasan hutan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam aspek mitigasi bencana. Melalui sinergi seluruh pihak, diharapkan kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat sehingga mampu meminimalkan risiko dan dampak bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, Perhutani, unsur Forkopimcam, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ketangguhan daerah terhadap berbagai ancaman bencana.

“Bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) sangat penting agar masyarakat memahami langkah-langkah mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan saat terjadi bencana. Kami mengapresiasi dukungan Perhutani KPH Tasikmalaya serta seluruh pihak yang telah bersinergi dalam kegiatan ini,” ungkapnya.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Perhutani KPH Tasikmalaya terus memperkuat sinergi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, unsur Forkopimcam, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana, menjaga kelestarian lingkungan, dan meningkatkan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Sinergi tersebut diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang tangguh terhadap bencana serta hutan yang lestari dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Tsm/Irbas)