INDRAMAYU, PERHUTANI (19/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Indramayu menjadi narasumber dalam pelatihan pengelolaan mangrove bagi Kelompok Tani Hutan (KTH) di wilayah Pabean, Kabupaten Indramayu, yang diselenggarakan GIZ bekerja sama dengan MADEP dan IPB Consulting. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek Green Jobs Promotion in Mangrove Restoration & Rehabilitation Areas (GESIT) untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam restorasi mangrove yang dilaksanakan pada 14โ16 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala KPH Indramayu Kuspriyadi, perwakilan GIZ, MADEP, IPB Consulting, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX Jawa Barat, serta 20 pengurus KTH Sigra Mangso dan KTH Jaka Kencana. Pelatihan dilaksanakan melalui sesi teori di Hotel Swiss-Belinn Indramayu dan praktik lapangan di Arboretum Mangrove Karangsong.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Hutan dalam teknik persemaian, penanaman, dan pemeliharaan mangrove guna mendukung keberhasilan restorasi ekosistem pesisir. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperluas pengetahuan peserta mengenai pengelolaan mangrove yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis lingkungan.
Kabupaten Indramayu memiliki garis pantai sepanjang sekitar 114 kilometer, namun sebagian kawasan pesisirnya mengalami abrasi dan degradasi mangrove. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sehingga diperlukan peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya Kelompok Tani Hutan, melalui pelatihan teknis yang tepat.
Kepala KPH Indramayu Kuspriyadi hadir sebagai narasumber yang menyampaikan materi teknik persemaian dan penanaman mangrove pada hari pertama pelatihan. Dalam kesempatan tersebut Kuspriyadi memaparkan materi mengenai perencanaan persemaian mangrove sesuai kondisi lahan, teknik penentuan lokasi, pengukuran dan pemetaan, penyusunan tata letak persemaian, pemilihan jenis mangrove yang sesuai, hingga prinsip-prinsip dasar persemaian untuk menghasilkan bibit yang sehat sebelum ditanam di lapangan.
Selanjutnya materi disampaikan oleh Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX Jawa Barat Agus Sukondi mengenai teknik pembuatan bedengan, media sapih, penyapihan bibit, pemeliharaan persemaian, serta teknik penanaman guna meningkatkan keberhasilan rehabilitasi mangrove.
Selain teknik tanam, peserta juga dibekali pemeliharaan, pemantauan dan evaluasi pertumbuhan, serta pengembangan ekowisata mangrove. Pelatihan juga melibatkan guru setempat untuk menyusun program edukasi lingkungan di sekolah.
Kegiatan ini turut didukung Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Indramayu, serta pemerintah desa setempat.
โDengan panduan teknis tepat dari Perhutani dan instansi terkait, diharapkan mangrove dapat tumbuh subur, menahan abrasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,โ ujar perwakilan tim pelaksana. (Com-PHT/Idr/JS).