Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Perum Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Cipeundeuy melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Purwakarta di wilayah Purwakarta, Minggu (23/08). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam pencegahan dan penanganan Karhutla di kawasan hutan.
Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan, meliputi pemetaan wilayah rawan kebakaran, penguatan deteksi dini, koordinasi patroli, serta kesiapan penanganan apabila terjadi kebakaran di kawasan hutan. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi dan mobilisasi personel apabila terjadi kondisi darurat.
Administratur KPH Purwakarta Avid Rollick Septiana melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Cipeundeuy Alfi Ahmad Muntaqo menyampaikan bahwa kolaborasi dengan instansi terkait diperlukan untuk memperkuat upaya perlindungan kawasan hutan. “Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dan koordinasi lintas sektor. Melalui kegiatan ini, kami menyelaraskan komunikasi, memperkuat kesiapan personel di lapangan, serta mematangkan langkah pencegahan dan patroli di wilayah yang memiliki potensi rawan kebakaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta menyambut baik koordinasi yang dilakukan Perhutani. Menurutnya, kesiapsiagaan dan komunikasi antarinstansi menjadi faktor penting dalam menghadapi potensi bencana. “BPBD siap mendukung penanganan bencana di wilayah Purwakarta, termasuk kawasan hutan yang dikelola Perhutani. Koordinasi ini penting untuk menyamakan langkah operasional, sehingga deteksi dini dan mobilisasi personel dapat dilakukan secara lebih cepat apabila terjadi kondisi darurat,” ungkapnya.
Perwakilan Damkar Kabupaten Purwakarta menyampaikan bahwa karakteristik kawasan hutan memiliki tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran, terutama terkait akses medan dan sumber air. Oleh karena itu, koordinasi dengan Perhutani diperlukan untuk mengetahui kondisi wilayah dan titik-titik yang berpotensi mengalami kebakaran. “Kami siap mendukung upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran di kawasan hutan bersama Perhutani dan instansi terkait, dengan memperhatikan kondisi medan agar penanganan dapat dilakukan secara efektif dan aman,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Perhutani bersama BPBD dan Damkar Kabupaten Purwakarta akan memperkuat kegiatan pencegahan melalui sosialisasi kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan masyarakat sekitar kawasan hutan, serta mendorong pelaksanaan simulasi penanganan Karhutla secara bersama. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan personel dan masyarakat dalam mencegah serta menangani potensi Karhutla sejak dini.